STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA ALAM DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN DI OBJEK WISATA TIGER CAMP LUBUK MINTURUN


Oleh :
MUHARNI YELVI (19005030)
Pendidikan Luar Sekolah, FIP,UNP

Pariwisata menurut Richard Sihite dalam Marpaung dan Bahar (2000: 46-47) menjelaskan definisi pariwisata sebagai berikut: Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan orang untuk sementara waktu, yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat lain meninggalkan tempatnya semula, dengan suatu perencanaan dan dengan maksud bukan untuk berusaha atau mencari nafkah di tempat yang dikunjungi, tetapi semata-mata untuk menikmati kegiatan pertamasyaan dan rekreasi atau untukmemenuhi keinginan yang beraneka ragam.

Telah kita ketahui bersama bahwa negara kita memiliki beraneka ragam wisata dan budaya yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, mulai dari tempat wisata dan obyek wisata yang kaya akan keindahan wisata alam, taman wisata, taman budaya danwisatkulinernya,banyak orang menyebutkan Indonesia adalah surga dunia yang memiliki banyak keanekaragaman wisata yang begitu indah dan memiliki khas di   mana tiap daerahnya memiliki kebudayaan yang berbeda. Secara umum pariwisata dipandang sebagai sektor yang dapat mendorong     dan meningkatkan kegiatan pembangunan, membuka lapangan usahameningkatkan pendapatan masyarakat setempat            serta dapat meningkatkan pendapatan asli daerah.

Pengembangan dan pendayagunaan pariwisata secara optimal mampu meningkatkan pertumbuha ekonomi, mempertimbangkan hal tersebut maka penanganan yang baik sangat diperlukan dalam upaya pengembangan obyek wisata Indonesia.Para pelaku pariwisata mulai melakukan tindakan pengembangan dengan penelitian, observasi terhadap objek-objek wisata di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan guna mengetahui potensi dan permasalahan yang ada pada setiap objek untuk kemudian mencari solusinya. Langkah lainnya adalah promosi dengan media cetak, elektronik,  maupun multimedia agar masyarakat juga mengetahui akan keberadaan obyek-objek tersebut dan turut berpartisipasi              dalam              pengembangannya (Salah Wahab, 1997).

Wisata alam merupakan kegiatan rekreasi dan pariwisata yang memanfaatkan potensi alam untuk menikmati keindahan alam baik yang masih alami atau sudah ada usaha budidaya, agar ada daya tarik wisata ke tempat tersebut. Wisata alam digunakan sebagai penyeimbang hidup setelah melakukan aktivitas yang sangat padat, dan suasana keramaian kota. Sehingga dengan melakukan wisata alam tubuh dan pikiran kita menjadi segar kembali dan bisa bekerja dengan lebih kreatif lagi karena dengan wisata alam memungkinkan kita memperoleh kesenangan jasmani dan rohani. Dalam melakukan wisata alam kita harus melestarikan area yang masih alami, memberi manfaat secara ekonomi dan mempertahankan keutuhan budaya masyarakat setempat sehingga bisa menjadi desa wisata, agar desa tersebut memiliki potensi wisata yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti alat transportasi, penginapan, restoran, dan lain-lain. memiliki daya tarik wisata alam khususnya di lubuk minturun. Di desa ini sebenarnya memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan pendapatan daerah dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

 Obyek wisata alam yang berada di desa ini salah satunya adalah tiger campyang merupakan salah satu wisata alam pegunungan. Kawasan wisata ini didukung fasilitas dan servis: outbound training, adrenalin games, taman renang alam, camping ground, pondok wisata, pondok lesehan, serta meeting room.

 Objek wisata Tiger Camp ini terletak di Jl. Raya Air Dingin, Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat. Penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode wawancara kepada Buk Asma selaku Kasi Pemberdayaan daerah Lubuk Minturun. Objek wisata Tiger camp dapat ditempuh menggunakan kendaraan bermotor dan juga mobil namun untuk dengan kondisi jalan yang masih berbatu.

 Sebelum menuju obyek wisata alam tiger Camp wisatawan harus melewati rute perjalanan yang berkelok dan melewati perkampungan warga yang jalannya tidak terlalu lebar. Tiger camp terletak tidak terlalujauhdari pemukiman warga hal ini di buktikan oleh lahan perkebunan warga dan juga di masih terdapat beberapa rumah warga di sepanjang jalan. Namanya mulai terkenal dan tidak asing lagi bagi warga sekitar, dan wisatawan dan Mahasiswa pun mulai mengenal dan mengetahui bahwa ternyata di lubuk minturun ternyata terdapat sebuah obyek wisata alam yang begitu indah yang cocok digunakan untuk camping dan bersantai bersama keluarga, rekan kerja dan sahabat untuk menikmati keindahan alam dan fasilitas pendudukung lainnya. Adapun fasilitas yang dimiliki oleh wisata alam tiger camp adalah: pondok lesehan, pondok camp, lapangan api unggun, toilet pria dan wanita, kamar ganti, tempat bilas, pos keamanan, , kantin, mushola, dan tempat parkir. 

Dari hasil penelitian, penulis dapat menyimpulkan bahwa faktor yang membuat wisatawan belum mengenal obyek wisata Tiger Camp adalah kurangnya promosi yang dilakukan oleh pihak pengelola karena pihak pengelola baru m melakukan promosi objek Tiger Camp di area padang , dan pengunjung yang berdatangansebagian besar dari padang dan sekitarnya.Akan tetapi pihak pengelola akan terus meningkatkan promosi agar obyek Tiger Camp dikenal oleh masyarakat luas.

Selain    kurangnya     promosi     yang menjadi penghambat wisatawan untuk berkunjung ke obyek wisata Umbul Sidomukti adalah akses jalan yang masih rusak, berkelok-kelok, dan harus melewati perkampungan warga yang jalannya sempit. Pengelola juga sudah melakukan usaha diantaranya melakukan perbaikan jalan secara bertahap karena biaya yang dikeluarkan untuk perbaikan jalan tidak sedikit. Perbaikan jalan dilakukan pengelola untuk membuat wisatawan merasa nyaman dengan kondisi jalan yang sudah bagus, dari berbagai usaha yang sudah dilakukan pengelola.

Beberapa hambatan yang ditemui dalam pengembangan wisata alam Umbul Sidomukti antara lain:

a.   Keterbatasan dana pengelola wisata alam Tiger Camp karena        masih     banyakmemerlukan dana      yang besar            untuk   pengembangan dan perbaikan jalan di obyek wisata ini.

b.  Prasarana berupa jalan untuk menuju lokasi wisata alam Tiger Camp cukup sempit dan berkelok walaupun sudah di aspal tapi keadaannya masih banyak yang rusak walaupun ada beberapa lokasi yang masih baik

c.   Kurangnya promosi keluar daerah, karena promosi masih sekitar kota padang

 

Belum adanya kerjasama dengan biro perjalanan wisata oleh pihak pengelola karena pihak pengelola baru bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten dan Provinsi SumateraBarat         untuk mendatangkan wisatawan Hasil penelitian dalam meningkatan kunjungan wisatawan ke objek wisata alam Tiger Camp dilihat dari strategi pengembangan obyek, potensi yang ada sangat baik dikembangkan untuk menjadi tujuan wisata lokal maupun mancanegara, namun demikian ada beberapa hambatan dalam melakukan pengembangan yaitu kurangnya promosi karena untuk saat ini pengelola hanya melakukan promosi di area padang, akses jalan yang rusak, berkelok dan sempit.

Dengan hambatan ini pengelola akan segera memperbaiki akses jalan (sudah dalam proses perbaikan) serta meningkatkan promosi melalui media cetak maupun media elektronik agar obyek wisata alam Tiger Camp semakin dikenal masyarakat luas dan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Selain itu pengelola juga akan menambah fasilitas. Dari hasil wawancara penulis dengan beberapa wisatawan, mereka memberikan saran untuk menambah berbagai wahana permainan anak, waterboom, dan live music.

 Strategi yang sudah    dilakukan pengelola untuk meningkatkan kunjungan wisatawandan            meningkatkan pendapatan      adalah melakukan      strategi promosi, dengan melakukan    strategi promosi seperti pembuatan website (tiger-camp-lubuk minturun.business.site), pembuatan brosur, yang dilakukanpengelola maka wisatawan akan lebihmengenal   danmtertarik untukmengunjungi obyek tersebut denganmenikmati keindahan alam dan fasilitas        yang sudah disediakan . Selain itu pengelola juga melakukan kerjasama     dengan Dinas PariwisataKabupaten dan Provinsi Sematera Barat.

 

 

Komentar