Pemberdayaan Budidaya Bunga Hias Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat Berbasis Komunitas

Pemberdayaan Budidaya Bunga Hias Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat Berbasis Komunitas

Oleh :

 Fauzana Elvira 19005012

Mahasiswi Pendidikan Luar Sekolah, FIP, UNP

    Pemberdayaan merupakan upaya memberdayakan baik terhadap individu maupun kelompok orang atau kelompok masyarakat agar mereka memiliki kemampuan untuk mengatasi permasalahannya. Pemberdayaan selalu terkait dengan penggalian dan pengembangan potensi masyarakat. Menurut Sulistiyani, (2004:79) ; pemberdayaan merupakan upaya meningkatkan harkat lapisan masyarakat dan ribadi manusia. Upaya ini meliputi: 1. Penyediaan berbagai masuka dan Penigkatan taraf pendidikan Meningkatkan pendidikan dengan apa yang dimiliki dengan fasilitas-fasilitas yang ada dan memperkuat modal. 2. Mendorong dan memotivasi, sehingga dapat meningkatkan kesadaran akan potensinya dalam menciptakan suasana untuk berkembang 3. Memperkuat daya dan potensi, yang dimiliki dengan langkah-langkah positif dalam memberdayakan/mengemban gkan sesuatu dengan tujuan yang ada.

    Hardjito (1995:5) berpendapat bahwa komunitas adalah kesatuan sosial yang dikoordianasikan secara sadar, yang memungkinkan anggota mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai melalui tindakan individu secara terpisah. Keefektifan organisasi tidak merupakan kunci dimana kita harus menggunakan teknik pengorganisasian. Apabila komunitas tidak efektif atau komunitas dalam gawat, maka satu-satunya jawabannya adalah teknik pengorganisasian harus digunakan untuk menemukan cara menanggulanginya

    Komunitas budidaya bunga hias merupakan wadah sebagai tempat atau forum dan sekumpulan petani budidaya bunga hias yang mempunyai kepentingan yang sama dalam suatu kawasan atau hamparan yang sama dan terorganisasi satu sama lain secara musyawarah. Asas Komunitas budidaya bunga hias dapat dilihat dari definisi tersebut, yaitu: 1. Kesamaan kepentingan Dasar pembentukan Komunitas budidaya bunga hias adalah kesamaan kepentingan yang diwujudkan dalam suatu tujuan kelompok. Tujuan dan cara pencapaiannya ditetapkan secara bersama-sama. Pembagian dan pendelegasian pencapaian tujuan terwujudnya dalam suatu kepengurusan kelompok yang disepakati bersama. 2. Kesamaan memiliki budidaya bunga hias kesamaan ini akan memudahkan terjadinya komunikasi antar anggota. Intensitas komunikasi akan tinggi bila jarak dan anggota tidak besar, sehingga kekompokan kelompok dapat mudaah terbentuk. Oleh karena itu jumlah anggota yang efisien antara 10 sampai 25 orang. 3. Musyawarah Prinsip ini merupakan fondasi dari komunitas budidaya bunga hias dimana kepentingan setiap anggotanya diapresiasikan. Segala keputusan berada ditanggan para anggota yang dituangkan dalam suatu keputusan bersama.

    Sektor budidaya bunga hias di Lubuk Minturun merupakan sumber daya alam yang memiliki keunggulan komparatif dibanding daerah lain, karena proses pembangunan yang ideal harus mampu menghasilkan produk-produk bunga hias yang memiliki keunggulan kompetitif terhadap daerah lain, baik untuk kepentingan ekspor maupun substitusi impor. Sektor budidaya bunga hias memiliki peranan yang penting dalam menunjang keberhasilan pembangunan di Lubuk Minturun

    Menilik sektor budidaya bunga hias, di Lubuk Minturun, Kota Padang  budidaya bunga hias merupakan bagian terpenting dari upaya pembangunan yang di laksanakan hal ini dikarenakan budidaya bunga hias ditunjukkan untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat, dan kesempatan berusaha dan mengisi  pasar baik pasar dalam negeri dan mapun pasar luar negeri, melalui budidaya bunga hias yang maju efesiensi yang teguh sehingga makin mampu meningkatkan mutu dan derajat pengelolaan produksi serta menunjang pembangunan daerah. Kondisi ini ditunjang dengan suatu kenyataan bahwa mayoritas masyarakat di Lubuk Minturun, Kota Padang  dengan mata pencaharian utama di budidaya bunga hias. Dalam mencapai peningkatan pembangunan budidaya bunga hias di Lubuk Minturun, Kota Padang  peranan kelembagaan komunitas budidaya bunga hias di Lubuk Minturun sangat besar dalam mendukung dan melaksanakan berbagai program yang sedang dan akan dilaksanakan, karena komunitas budidaya bunga hias inilah pada dasarnya pelaku utama pembangunan budidaya bunga hias.

    Salah satu strategi dalam membangkitkan partisipasi petani bunga hias dalam berbagai program pembangunan dilakukan dengan pendekatan kelompok. Pendekatan komunitas dinilai lebih efisien dan dapat menjadi media untuk terjadinya proses belajar dan berinteraksi dari para anggota komunitas, sehingga diharapkan terjadi peningkatan kapasitas dan kapabilitas  petani

    Komunitas budaya bunga hias melakukan berbagai kegiatan - kegiatan budidaya bunga hias untuk meningkatkan komunitas. Tetapi pada kenyataannya yang terjadi pada komunitas di Lubuk Minturun, Kota Padang  masih ada anggota kelompok budidaya belum memiliki kemampuan yang begitu baik dalam menjalankan dan mengelola budidaya bunga hias yang ada pada komunitas tersebut, hal ini dapat dilihat dari masih adanya anggota budidaya bunga hias yang tidak bekerja susuai dengan apa yang diharapkan. Yang dimana seharusnya budidaya bunga hias tani itu harus memiliki anggota komunitas budidaya bunga hias yang berpengetahuan agar mampu menjalankan dan memberdayakan kelompok komunitas budidaya bunga hias dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki sebagai seorang anggota kelompok. Hal ini di sebabkan karena kelompok komunitas budidaya bunga hias ini masih kurang memberikan arahan-arahan kepada anggotanya tentang bagaimana mereka mengelola budidaya bunga hias yang komunitas budidaya bunga hias miliki dengan benar, komunitas hanya sebagai nama saja dan tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan, bahkan dalam budidaya bunga hias jarang sekali melakukan pertemuan, pertemuan ini sanggat penting dilakukan komunitas agar bisa saling bertukar pengalaman dan pengetahuan sebagai sesama petani, Hal yang terjadi komunitas budidaya bunga hias yang ada di Lubuk Minturun, Kota Padang ini sudah lama terbentuk komunitas budidaya bunga hias yang sepertinya hanya sekedar nama saja, karena tidak terlihat program - program yang terlaksana didalamnya. Yang dimana partisipasi dan kekompakan anggota komunitas dalam kegiatan komunitas tani masih relatif rendah, pembentukan dan pengembangan berdasarkan pendekatan yang naik turun menyebabkan tidak tumbuhnya partisipasi anggota dan tidak terlaksana penyuluhan budidaya bunga hias. Sehingga dapat ditarik hipotesa bahwa komunitas budidaya bunga hias yang ada di Lubuk Minturun, Kota Padang ini masih belum menjadi komunitas budidaya bunga hias yang ada di Lubuk Minturun, Kota Padang yang berdaya kerena dimana anggotaanggota kelompoknya masih belum di berdayakan.

    Pemberdayaan yang dilakukan terhadap komunitas budidaya bunga hias yang ada di Lubuk Minturun, Kota Padang  satu yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki oleh setiap anggotanya ini merupakan kegiatan pembelajaran yang bertujan agar para anggota kelompok mampu mengorganisasikan diri mereka sendiri agar bisa hidup lebih sejahtera. Berdasarkan hasil penelitian pemberdayaan komunitas budidaya bunga hias yang ada di Lubuk Minturun, Kota Padang  yang dikaji dari tiga aspek sebagai berikut: 1. Aspek Penyedian Berbagai Masukkan dan Peningkatan Taraf Pendidikan a) Sarana dan Prasarana Mengenai sarana budidaya yang ada di komunitas budidaya bunga hias yang ada di Lubuk Minturun, Kota Padang, berdasarkan hasil pengamatan yaitu luas lahan budidaya  tak merata atau terjadi kesenjangan antara produsen yang sudah besar dengan yang masih kecil atau baru merintis. b) Permodalan dalam budidaya bunga hias menjadi suatu faktor produksi penting dalam usaha budidaya bunga hias. Sayangnya, akses produsen budidaya bunga hias terhadap sumer-sumber permodalan yang disedialkan masih sangat terbatas. c) Peningkatan Taraf Pendidikan Di komunitas budidaya bunga hias satu masih memiliki kendala dengan rendahnya tingkat pendidikan mereka, sehingga tak heran jika produksi pertaniannya kurang berdaya saing yang tinggi. Dengan rendahnya tingkat pendidikan produsen budidaya bunga hias dapat mempengaruhi rendahnya kemampuan dan semangat kerja anggota. Anggota komunitas budidaya bunga hias lebih banyak merupakan petani tradisional. Artinya hanya berpikiran untuk mengolah hasil budidaya mereka sendiri untuk mencukupi kebutuhan saja. 2. Aspek Mendorong dan memotivasi peran mendorong dan memotivasi dalam proses pemberdayaan memicu agar anggota poktan berprilaku aktif dalam usaha produksi dan pembaharuan dalam pengetahuan usaha budidaya yang lebih modren. Dalam aspek ini yang didapat dari para produsen sebagai anggota komunitas selama ini berupa dorongan yang bersifat teknis yakni anggota didorong agar mampu menangani pengolahan dan perbaikan lahan, baik lahan kelompok maupun lahan milik produsen itu sendiri. Tetapi dorongan seperti ini masih belum mampu membuat anggota komunitas budidaya bunga hias untuk memberdayakan diri mereka, masih diperlukan dorongan-dorongan yang lain agar potensi yang dimiliki menjadi lebih baik. Anggota komunitas budidaya bunga hias masih merasa tidak diberdayakan oleh komunitas budidaya bunga hias, karena tidak ada dorongan dan motivasi yang begitu baik yang dilakukan oleh pengurus komunitas budidaya bunga hias. Pengurus hanya mendorog produsen untuk mengembangkan kemampuan mereka sediri dengan cara mengarap di budidaya sendiri sehingga mereka bisa lebih mandiri dan lebih banyak mengetahuai bagaimana cara mengolah dan mengembangkan budidaya dengan baik. 3. aspek memperkuat daya dan potensi dari hasil penelitian yang didapat bahwa di komunitas budidaya bunga hias di Lubuk Minturun bahwa komunitas budidaya bunga hias ini banyak mendapatkan bantuan berupa alatalat atau kebutuhan lainnya yang diperlukan komunitas budidaya bunga hias dalam usaha budidaya untuk meningkatkan potensi anggotanya yang masih dirasa kurang. Hal ini terjadi karena pola pemikiran pemikiran produsen yang masih sempit dan daya serap anggota yang masih rendah terhadap pengetahuan pertanian yang modern. komunitas budidaya bunga hias sebagai fasilitator terhadap para produsen yang menjadi anggota diharapkan mampu mengembangkan daya dan potensi anggotanya agar mampu meningkatkan hasil budidaya. Adapun yang dilakukan komunitas budidaya bunga hias dalam mengembangkan daya dan potensi anggotanya dengan mendorong anggotanya untuk rajin dan selalu mengelola lahan budidaya komunitas atau lahan milik sendiri. Bukan hanya itu saja, tetapi melalui program usaha pengolahan hasil yaitu mencari dan belajar tentang strategi pengolahan hasil budidaya yang didapat dan diajarkan pada saat mengikuti penyuluhan. Hasil penelitian yang didapat dilapangan bahwa program tersebut masih belum berjalan dengan baik, belum ditemukan bentuk pembaharuan berupa strategi budidaya yang dibuat oleh anggota baik dalam proses pengolahan sampai pada proses produksi hasil dari budidaya komunitas budidaya bunga hias ataupun hal budidaya sendiri yang menunjukan potensi-potensi yang ada masih belum digali dan dikembangkan atau ditingkatkan guna memberdayakan anggota komunitas budidaya bunga hias itu sendiri.


Komentar